Pendakian Gunung Batur dan Menikmati Sunrise untuk Solo Traveller

Pendakian Gunung Batur & Menikmati untuk solo traveller

September 2023 menjadi momen pertama saya mendaki gunung, tepatnya di Gunung Batur. Awalnya, saya ingin kontemplasi untuk menenangkan diri. Atas saran pimpinan (Pak Yudo), saya pun bertolak ke Bali, tepatnya ke daerah Kintamani, untuk mendaki Gunung Batur dan menikmati sunrise.

Pendakian ini menjadi awal mula saya menjadi solo traveller. Sebelumnya, saya melakukan riset terlebih dahulu untuk memastikan apakah Gunung Batur cukup mudah didaki oleh pemula. Berkat bantuan Pak Yudo, saya mendapatkan rundown perjalanan, referensi tempat wisata, dan hotel di sekitar Gunung Batur.

Meskipun banyak yang bilang Gunung Batur mudah untuk pendaki pemula, kenyataannya track pendakiannya penuh bebatuan dan licin karena pasir. Bagi saya yang masih sangat pemula, pendakian ini terasa cukup menantang. Namun, rasa lelah terbayar lunas saat melihat keindahan sunrise dan panorama alam yang menakjubkan dari puncak Gunung Batur. Pengalaman ini menjadi tak terlupakan dan membuat saya jatuh cinta pada Gunung Batur.

Gunung Batur, terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Indonesia, merupakan destinasi wisata alam yang membuat saya bisa jatuh cinta dengan keindahannya. Gunung berapi aktif ini memiliki ketinggian 1.717 meter di atas permukaan laut (MDPL) dan terkenal dengan keindahan Danau Batur yang terletak di kaldera gunung.


Keindahan Danau Batur menjadi salah satu daya tarik utama. Selain itu, Gunung Batur juga terkenal dengan keindahan sunrisenya yang spektakuler. Saat saya berdiri di puncak gunung batur saat matahari terbit, dikelilingi oleh panorama alam yang luar biasa, merupakan pengalaman yang tak terlupakan.

Sumber : Kumparan.com

Biaya Pendakian Gunung Batur

Sebelum menuju Kintamani, saya melakukan riset beberapa travel yang menyediakan jasa trip ke Gunung Batur. Untuk menghindari ribet, saya memilih untuk mengikuti trip yang disediakan oleh The Cave Hotel, tempat saya menginap.


The Cave Hotel terletak di Jalan Penelokan Kintamani, dengan pemandangan langsung ke Gunung Batur, Gunung Abang, dan Gunung Agung. Pemandangannya sangat jelas di pagi hari saat kabut tidak ada.


Biaya trip pendakian saat itu Rp. 350.000, sudah termasuk tiket masuk, guide lokal (1 guide untuk 4-5 orang), 2 kali makan (di basecamp dan di puncak) , senter, air mineral, dan antar jemput mobil dari penginapan.


Sebagai solo traveller, saya bergabung dengan tim yang terdiri dari wisatawan asing. Pengalaman ini menjadi yang pertama bagi saya, dan cukup seru karena harus mengikuti ritme pendakian bule yang terkenal cepat. Saya sering tertinggal, namun guide dan tim saya selalu sabar menunggu dan membantu saya.

Track Pendakian via Pasar Agung

Pendakian saya dimulai pada pukul 02.30 dengan penjemputan dari penginapan menuju basecamp terlebih dahulu sambil sarapan di basecamp. Perjalanan dimulai pukul 03.00 dari Basecamp dan starting point di Pura Jati Luhur pukul 03.15 menuju Pasar Agung.

 

Pendakian dari Pura Jati Luhur ke Pasar Agung memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit bagi saya. Di tengah perjalanan, karena kelelahan, saya menyarankan tim untuk berjalan lebih dulu. Guide kami pun meminta bantuan guide lain untuk menemani mereka, sedangkan saya tetap ditemani oleh guide saya yang luar biasa. Mba Wulan tidak ingin tim saya menunggu saya dan berisiko kehilangan momen sunrise.

 

Sesampainya di Pura Pasar Agung, saya melanjutkan pendakian dengan motor trail untuk mencapai puncak sebelum sunrise. Perjalanan dari Pura Agung ke Puncak Kanginan (puncak kedua Gunung Batur) biasanya memakan waktu 30-60 menit, tergantung kecepatan dan kondisi jalan yang berbatu, licin, dan terjal.

 

Motor trail hanya bisa mengantarkan saya sampai Puncak Kanginan. Dengan tekad mencapai puncak utama, saya melanjutkan pendakian. Mba Wulan juga harus segera ke puncak utama untuk menyiapkan sarapan bagi tim saya.

 

Pendakian melalui jalur berpasir dan licin selama 30-60 menit mengantarkan saya ke puncak utama Gunung Batur. Medan yang cukup menantang ini mengharuskan pendaki memakai sepatu gunung dengan grip yang bagus dan membawa trekking pole untuk memudahkan melewati jalur berbatu dan berpasir. Karena saya tidak membawa trekking pole saat itu, Mba Wulan dengan baik hati mencarikan tongkat untuk membantu saya agar mudah berjalan.

Pendakian Gunung Batur & Menikmati Sunrise untuk solo traveller
Sumber : Google

Waktu terbaik Pendakian

Waktu Pendakian pada bulan Mei – Oktober karena saat musim kemarau. selama musim hujan akan berbahaya karna jalanan yang licin dan bebatuan. 

 

Pendakian saya pada bulan September bertepatan dengan bulan purnama. Sepanjang jalan, saya ditemani cahaya bulan yang indah, menerangi jalur pendakian.

Biasanya pendakian dimulai dari pukul 03.00 pagi, yang diperkirakan akan sampai di puncak pukul 05.30 pagi, karena sunrise akan mulai muncul pada pukul 06.00 pagi.

Pendakian Gunung Batur & Menikmati Sunrise untuk solo traveller

Keindahan sepanjang jalur

Sepanjang jalur dari pukul 03.00 langit saat itu lagi cerah sekali mungkin karna bertepatan dengan purnama ya, dan banyak sekali bintang-bintang yang bisa dilihat.

 

Dari Puncak Kanginan saya sudah bisa melihat semburat cahaya matahari perlahan-lahan muncul di ufuk timur, saat trackking ke puncak utama sambil ditemanin mulai pemanandangan matahari yang akan terbit.

 

Pemandangan danau batur yang menakjubkan terlihat sangat jelas, dan bisa melihat pemandangan gunung-gung di Bali seperti gunung Agung dan Gunung Abang.

Pendakian Gunung Batur & Menikmati Sunrise untuk solo traveller

Tips Pendakian

Untuk pendakian pemula sebelum pendakian lebih baik olahraga seperti jogging minimal 1 minggu setiap hari , agar bisa membantu menambah stamina. 

Selain fisik yang dipersiapakan, mental pun harus dipersiapkan, mungkin kalo mental saya lemah saya akan turun starting point atau hanya sampai di Pura Pasar Agung. 

Karna waktu saya sampai di Bali saya kurang istirahat ini juga sangat berpengaruh, jadi pastikan sebelum pendakian istirahat yang cukup. 

Bawa cemilan untuk membantu mengisi tenaga kita saat di perjalanan. Gunakan sepatu gunung, karna track di Gunung Batur lumayan terjal dan licin, serta bawa trekking pole untuk membantu selama perjalanan. 

Menikmati sunrise di puncak Gunung Batur

Sesampainya di puncak Gunung Batur, Saya disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa indah. Saya melihat sunrise sangat indah dari atas puncak gunung. Selain itu, saya dapat melihat pemandangan Danau Batur yang luas dan Gunung Abang yang gagah.

 

Pemandangan yang rasanya tidak akan pernah saya lupakan, karena memang seindah itu, Menikmati sunrise di gunung batur.

Kalau ditanya mau lagi gak diajak mendaki gunung Batur? Jawabannya tentu saya sangat mauu! karna saya jatuh cinta dengan sunrise yang ada di gunung batur.

Pendakian Gunung Batur & Menikmati Sunrise untuk solo traveller

Aktifitas di Puncak

Tujuan utama saya mendaki Gunung Batur adalah untuk menikmati sunrise dan melakukan kontemplasi. Duduk sendirian di puncak gunung, ditemani cahaya matahari yang perlahan-lahan muncul di ufuk timur, memberikan rasa tenang yang luar biasa.

 

Setelah puas menikmati pemandangan, saya ingin mengabadikan momen indah di Gunung Batur. Berhubung saya seorang solo traveler, saya dibantu oleh seorang penjual minuman di puncak gunung untuk memfoto saya. Sebagai rasa terima kasih, saya membeli minuman yang dia jual.

 

Setibanya di puncak, saya disuguhkan teh hangat dan beberapa cemilan seperti sandwich dan telur rebus untuk menambah stamina sebelum turun gunung.

SHARE THIS POST

You May Also Like

  • All Posts
  • Bali

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *