Tahun 2021 – 2022 bagaikan roller coaster, mulai dari kehilangan orang yang kita sayang selamanya, pekerjaan yang padat, drama percintaan, dan berbagai problematika lainnya.
Akhirnya di Bulan September 2022 saya memutuskan untuk pergi ke Bali, pulau yang terkenal dengan keindahan alamnya yang memesona serta kaya akan budayanya.
Saya pun berdiskusi dengan Pak Yudo karna pada saat itu saya belum mendapatkan cuti, beliau pimpinan saya waktu saya bekerja di salah satu perusahaan IT consultant di Jakarta
.
Beliau menyarankan saya untuk mengunjungi Kintamani, karena menurutnya Kintamani adalah tempat yang ideal untuk melepaskan penat dan menemukan ketenangan.

Kintamani adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bangli, Bali, yang terkenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan. Desa ini terletak di dataran tinggi dengan Gunung Batur dan Danau Batur sebagai daya tarik utama.
Kintamani menawarkan berbagai pesona dan pengalaman yang tak terlupakan, dari alamnya sampai cafe-cafe dengan view Gunung Batur, apalagi sunrise di Kintamani ini sangat menenangkan.

Perjalanan dari Jakarta ke Kintamani
Minggu, 11 September 2022, petualangan saya sebagai solo traveler dimulai. Pukul 10.30 WIB, saya terbang dari Jakarta menuju Bali. Mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai pada pukul 13.30 WITA, saya disambut dengan hangatnya udara Pulau Dewata.
Sebelumnya, saya telah menyewa motor selama 4 hari untuk menemani perjalanan saya menyusuri keindahan Bali. Sebuah itinerary telah tersusun rapi, siap memandu langkah kaki saya selama 4 hari 3 malam.
Setelah motor diantarkan ke bandara, petualangan pun dimulai. Pukul 14.00 WITA, saya melaju menuju Kintamani, menapaki jalanan yang dihiasi panorama alam Bali yang memesona. Perjalanan solo travel ini merupakan pengalaman pertama saya. Kali ini bukan hanya tentang petualangan, tetapi juga tentang menemukan ketenangan.
Saya ingin menikmati momen-momen sendirian, jauh dari hiruk pikuk kehidupan sehari-hari.Kintamani, dengan suasananya yang tenang dan damai, menjadi tempat yang tepat untuk itu.
Sebelum berangkat, saya telah melakukan riset dan mencari berbagai referensi tempat makan, hotel, dan tentu saja, persiapan matang untuk pendakian Gunung Batur yang menjadi tujuan utama saya. Perjalanan ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan, penuh dengan petualangan dan ketenangan diri.
Apa yang dilakukan di Kintamani?
Kintamani, dengan pesonanya yang memikat, menjadi tempat pelarian saya untuk melepas kepenatan selama 3 hari 2 malam, karna perjalanan selanjutnya saya akan stay di Ubud.
Perjalanan dimulai dengan menjelajahi kawasan Penelokan, menikmati panorama alam yang menakjubkan. Kuliner khas mujair nyat-nyat yang lezat dan sebelumnya saya tidak pernah makan, menambah kenikmatan perjalanan ini.
Pendakian Gunung Batur
Pendakian Gunung Batur menjadi puncak petualangan saya untuk melepas penas dan menapatkan kedamaian. Menyaksikan matahari terbit dari puncak gunung, ditemani panorama Danau Batur yang memesona, menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Saya juga sudah cerita pengalaman naik gunung batur di Pendakian Gunung Batur & Menikamati Sunrise untuk solo traveller bisa jadi referensi buat yang ingin naik gunung batur dan solo traveller.

Berendam Air Panas di Batur Hot Spring
Usai mendaki Gunung Batur, perjalanan saya berlanjut ke Batur Hot Spring, mengikuti trip yang telah dijadwalkan. Biaya tambahan sekitar Rp 100.000 – Rp 150.000 (saya lupa tepatnya) termasuk tiket masuk, welcome drink, handuk pinjaman, loker untuk menyimpan baju dan barang berharga.
Perjalanan dari Gunung Batur ke Batur Hot Spring memakan waktu sekitar 20-30 menit dengan mobil. Kelelahan mendaki terbayar lunas saat berendam di air panas Batur Hot Spring. Sensasi air hangat menenangkan tubuh dan jiwa, membawa rasa damai dan ketenangan.
Berendam di Batur Hot Spring adalah pengalaman yang tak terlupakan. Keindahan alam yang memukau, air panas yang menyegarkan, dan suasana yang tenang membuat saya betah berlama-lama di sana.
Batur Hot Spring adalah tempat untuk relaksasi dan melepas penat. Tidak hanya untuk pendaki, Batur Hot Spring adalah tempat yang ideal untuk memulihkan energi dan menyegarkan tubuh dan memberikan suasana yang menenangkan.

Staycation di Hotel
Setelah mendaki Gunung Batur dan berendam di Batur Hot Spring, saya kembali ke hotel. Saya menginap di The Cave Hotel, yang terletak di Jalan Penelokan Kintamani. Hotel ini menawarkan pemandangan Gunung Batur, Danau Batur, dan Gunung Abang yang menakjubkan, membuat staycation saya terasa istimewa.
Pagi itu, saya bangun sekitar pukul 02.30 untuk pendakian dan baru sampai di hotel pukul 11.00. Karena kelelahan, saya memutuskan untuk tidur siang dengan membuka pintu balkon. Rasanya sangat menyenangkan tidur ditemani sinar matahari yang tidak saya dapatkan di Jakarta.
The Cave Hotel adalah pilihan yang tepat untuk staycation di Kintamani. Hotel ini menawarkan kenyamanan, keindahan alam, dan ketenangan yang sempurna untuk melepas penat.


Desa Panglipuran
Keesokan harinya, perjalanan saya berlanjut menuju Desa Panglipuran. Desa yang terkenal sebagai desa terbersih di Bali ini menyambut saya dengan keramahan penduduknya dan suasana yang begitu asri. Keindahan alam dan kekayaan budaya desa ini meninggalkan kesan yang mendalam.
Rumah-rumah tradisional yang tertata rapi dengan halaman yang bersih dan terawat, serta penduduk desa yang ramah tamah, menciptakan suasana yang damai dan tentram.
Selain kebersihannya, Desa Panglipuran juga dikenal dengan warisan budayanya yang kaya. Ada banyak hal menarik yang bisa dijumpai di desa ini, seperti arsitektur bangunan tradisional, kain tenun khas Panglipuran, dan upacara adat yang masih lestari.
Mengunjungi Desa Panglipuran adalah pengalaman yang tak terlupakan. Desa ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memberikan kesempatan untuk belajar tentang budaya Bali yang unik dan memesona.








1 thought on “Melepas Penat dan Menemukan Kedamaian di Kintamani”
wahh bisa jadi referensi destinasi buat aku yang belum punya pengalaman liburan ke bali nihhh…
Best..!!!!