Mau solo travelling di Lombok tapi bingung mau ke mana? Saya punya rekomendasi itinerary 1 hari trip di Lombok untuk solo traveller yang ingin memaksimalkan waktunya di pulau seribu masjid ini.
Dalam 1 hari, kamu akan bisa mengunjungi berbagai tempat menarik, mulai dari masjid terbesar di Lombok, pura bersejarah, desa tertua, hingga pantai dan bukit yang memesona.
Itinerary ini dibuat berdasarkan pengalaman saya saat mengunjungi Lombok pada Desember 2023. Semoga itinerary ini dapat membantu kamu yang ingin menjelajahi Lombok dalam waktu singkat dan ingin mengunjungi banyak tempat dalam 1 hari.

Contents
Itinerary 1 Hari Trip di Lombok
Nah , bisa disimpulkan Itinerary 1 Hari Trip di Lombok untuk Solo Traveller :
- Pagi : Kunjungi Masjid Islamic Center NTB, masjid terbesar di Lombok, Pura Mayura, pura hindu dengan keunikannya. Mampir ke Desa Sade, desa tertua di Lombok.
- Siang – Sore : Bersantai di Pantai Tanjung Aan dan menikmati sunset di Bukit Marese.
Aktifitas Pagi di Lombok
Masjid Islamic Center
Perjalanan dari Senggigi ke Masjid Islamic Center memakan waktu sekitar 30-40 menit.
Masjid ini merupakan masjid terbesar di Lombok dengan arsitektur megah yang mencerminkan identitas Lombok sebagai Pulau Seribu Masjid. Kemegahan masjid ini menjadikannya landmark ikonik di Lombok yang wajib dikunjungi.
Saat memasuki masjid, saya langsung disuguhkan dengan pameran sejarah masjid yang dipajang di sekitar koridor. Pameran ini memberikan edukasi tentang perkembangan masjid dari masa ke masa.
Di masjid ini, saya tidak hanya terpesona dengan keindahan arsitekturnya, tetapi juga merasakan ketenangan dan kedamaian. Menikmati suasana di masjid ini memberikan pengalaman spiritual.

Pura Mayura
Tak jauh dari Masjid Islamic Center, perjalanan saya berlanjut ke Pura Mayura, sebuah pura Hindu yang memesona. Dengan tiket masuk Rp10.000, saya disambut oleh guide lokal yang siap mengantarkan saya menjelajahi setiap sudut pura.
Dibangun pada tahun 1744 oleh Raja AA Ngurah Karangasem dari Bali, Pura Mayura, yang dulunya dikenal sebagai Taman Kelepug, menyimpan sejarah panjang dan budaya yang kaya. Aliran air yang jatuh ke kolam menjadi daya tarik utama pura ini.

Selama kurang lebih satu jam, sang pemandu dengan detail menceritakan kisah di balik setiap bangunan di Pura Mayura. Dari Bale Kambang yang terapung di kolam, Bale Loji, hingga Taman Mayura yang asri, semua memiliki makna dan cerita yang menarik untuk disimak.
Sebagai bentuk apresiasi atas pengetahuannya, saya memberikan tips seikhlasnya kepada sang pemandu. Mengunjungi Pura Mayura bukan hanya wisata biasa, tetapi juga sebuah perjalanan untuk mengenal sejarah dan budaya Lombok.


Desa Sade
Pukul 12.00, petualangan berlanjut ke Desa Sade, desa tertua di Lombok, rumah bagi suku Sasak yang terkenal dengan adat istiadatnya yang masih terjaga. Desa ini terletak di Rembitan, Pujut, Lombok Tengah, sekitar 43 km dari Kota Mataram.
Dengan tiket masuk seikhlasnya, kita dipandu oleh penduduk lokal yang dengan senang hati menceritakan setiap sudut desa. Rumah adat Sasak yang unik dengan anyaman bambu dan atap alang-alang menjadi daya tarik utama. Dindingnya terbuat dari “beleq”, campuran tanah liat dan jerami padi.


Desa Sade juga terkenal dengan kain tenunnya yang indah. Para penenun dengan terampil menghasilkan kain tenun ikat khas Lombok yang penuh warna dan makna. Lebih serunya, pada saat saya berkunjung saya sempet diajarkan cara bertenun.
Berinteraksi dengan penduduk desa menjadi pengalaman yang baru buat saya. Belajar tentang budaya dan kearifan lokal mereka yang masih dilestarikan. Jangan lupa untuk memberikan tips kepada guide lokal, karna mata pencarian mereka dari sana dan merupakan bentuk apresiasi atas keramahan dan pengetahuannya.
Desa Sade menawarkan wisata budaya yang autentik dan edukatif. Keindahan alam, adat istiadat, dan keramahan penduduknya menjadikan desa ini destinasi yang wajib dikunjungi di Lombok.
AKtifitas Siang - Sore
Pantai Tanjung Aan
Pantai Tanjung Aan adalah salah satu pantai terindah di Lombok. Pantai ini terkenal dengan pasir putihnya yang halus, air lautnya yang jernih berwarna biru kehijauan, dan ombaknya yang tenang. Pantai ini juga dikelilingi oleh tebing-tebing yang indah, yang membuatnya semakin terlihat menawan.
Di Pantai Tanjung Aan saya sangat menikmati ketenangan air laut sambil minum Air Kelapa Muda, pokoknya setiap pergi ke Pantai selalu menyeruput Air Kelapa hehehehe.

Bukit Marese


Langit sore di Bukit Marese bagaikan lukisan abstrak yang terus berubah. Semburat jingga, merah muda, dan ungu berpadu dengan awan putih, menciptakan gradasi warna yang begitu memukau. Diiringi oleh deburan ombak yang tenang, momen ini terasa begitu magis dan damai.
Duduk di atas bukit, ditemani angin sepoi-sepoi, saya merasakan ketenangan yang luar biasa. Segala penat dan lelah selama perjalanan seakan sirna ditelan oleh keindahan alam di hadapan saya.
Saat matahari terbenam di ufuk barat, langit pun berubah menjadi jingga keemasan. Pemandangan ini begitu indah dan tak terlupakan, menjadi penutup pada Itinerary 1 hari trip di Lombok untuk solo traveller.






