Meyaksikan Fenomena Blue Fire di Kawah Ijen

Fenomena Blue Fire

Pesona api biru atau blue fire di Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, sudah tidak asing saat didengar. Fenomena langka yang hanya ada 1 di Dunia, Blue Fire merupakan  bercampur gas belerang dan oksigen pada suhu tertentu yang membentuk layaknya lidah api berwarna biru.


Fenomena tersebut terbentuk secara alami dan hanya bisa dilihat saat malam menjelang dini hari. Selain itu, fenomena blue fire hanya ada satu di dunia, yakni di Indonesia. Tak heran, kalau destinasi wisata ini  banyak wisatawan yang ingin mengunjungi, tidak hanya pendaki tapi banyak wisatawan biasa pun ingin melihat fenomena blue fire di Kawah Ijen, termasuk mereka yang gemar fotografi lanskap.


Namun, untuk bisa menyaksikan blue fire di kawah ijen, wisatawan harus mendaki Gunung Ijen yang memiliki ketinggian sekitar 2.443 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tak hanya mendaki, wisatawan juga harus turun ke kawahnya.

Blue Fire fenomena dimana ketika gas sulfur yang keluar dari kawah terbakar dengan warna biru atau biru keunguan saat bersentuhan dengan udara. Fenomena ini disebabkan oleh reaksi kimia antara sulfur dioksida (SO2) yang terlepas dari magma dengan udara luar dan panas dari lava di dalam kawah.

 

Fenomena ini ditemukan pada tahun 1950 oleh penambang yang bekerja di Gunung Ijen dan baru diekspos pada tahun 2014 lalu. Untuk dapat melihat fenomena langka itu, para wisatawan harus mendaki Gunung Ijen yang memiliki ketinggian 2.443 meter di atas permukaan laut dan kemiringan 40 derajat ini, selama dua hingga tiga jam.

Waktu terbaik melihat Blue Fire

Waktu terbaik pada pukul 02.00 hingga 04.00 pagi, karena akan menghilang pada pukul 05.00 pagi. Setelah menyaksikan blue fire saya menikmati sunrise yang tak kalah indah dari Gunung Ijen ini.


Pukul 05.00 saya merasakan keindahan dari kawah Gunung Ijen yang berwarna hijau turquoise yang tampak seperti danau. Dan di Puncak Gunung Ijen saya melihat 3 gunung yang sangat cantik.


Untuk bisa menyaksikan fenomena Blue Fire, kapan waktu pendakian yang tepat bisa cek di pendakian ke kawah ijen untuk pemula

 

Pemandangan di Kawah Ijen

Persiapan untuk melihat Blue Fire

Karna melihat blue fire adalah salah satu bucket list ya, saya mempersipakan diri dari fisik, kesehatan, mental dan perlengkapan. Mulai dari saya setiap hari selama 2 minggu selalu jogging di pagi hari, karna olahraga bisa membantu saat pendakian.


Waktu saya ke kawah ijen saya juga mengunjungi wisata yang ada di Banyuwangi, seperti ke Taman Nasional Baluran, D’jwatan, Pulau tabuhan dan Menjangan, jadi saya sudah pastikan kondisi tubuh saya keadaan sehat.

Sebelum pendakian saya pastikan tidur yang cukup, karna pendakian dimulai pukul 01.00 WIB agar tidak merasa teralalu mengantuk ataupun kelelahan.

 

Perlengkapan yang saya bawa waktu pendakian :

  1.  Trekking Pole membantu untuk menjaga kesimbangan,
  2. Head Lamp bisa membantu penerangan pada malam hari
  3. Air Mineral, selama pendakian cukup kelelahan air bisa membantu menghilangkan rasa haus
  4. Masker Gas, karna saya ingin melihat blue fire saat menuju ke kawah , bau menyengat belerang sangat kuat, jadi diwajibkan memakai masker gas
  5. Cemilan , saya membawa coklat dan pisang untuk menambah energi saya saat sudah sampai di  puncak.

Gunakan sepatu untuk menjaga keselamatan kaki, karna permukaan yang licin dan kemigirannya lumayan terjal dan licin saat turun ke kawah ijen.

Pendakian menuju Kawah Ijen

Pendakian saya di mulai pukul 01.30 dari pos Paltuding, saya bersama temen-temen Backpacker Jakarta mendaki Gunung Ijen, awalnya saya saya sempet kelelahan karna udara yang sangat dingin dan track yang lumayan agak menanjak, tetapi lama kelamaan tubuh saya bisa mengikuti cuaca dan kondisi di Gunung Ijen. 

 

 

Untuk menuju pendakian kawah ijen, saya juga sudah buat cara pendakian untuk pemula ke kawah ijen, setelah kita di pos percabangan kita bisa pilih mau turun ke kawah atau kita melanjutkan perjalan menuju puncak, nah kemarin saya turun ke kawah ijen terlebih dahulu, karna ingin melihat blue fire.

 

 

Ada beberapa temen-temen saya yang tidak kuat mendaki, akhirnya mereka menaik Ojek Gunung atau taksi Gunung, yang unik ojek gunung nya menggunakan gerobak dan di tarik oleh manusia yang sebelumnya mereka adalah penambang belerang. Untuk menggunakan jasanya sekitar 200ribu – 500ribu untuk sekali naik, jadi kalo pulang pergi bisa sekita 400rb – 1jt 

Trekking malam di Kawah Ijen
Ojek Kawah Ijen
Sumber : Merdeka.com

Saat menyaksikan Blue Fire

Setelah melewati tracking yang menurut saya lumayan agak curam karna hanya bisa dilalui 1 orang saja dan kanan kiri tebing, semua terbayarkan melihat keindahan Blue Fire secara langsung.


Rasanya lelah, pengen nangis, happy dan semuanya bercampur aduk hahaha, saya kira saya tidak bisa menyaksikan secara langsung karna saya sampai kawah sudah pukul 04.35 kalo gasalah.


Api Biru yang sangat menakjubkan buat saya, sempet foto sebentar, karna angin dari belerang sangat kencang jadi saya tidak berani lama-lama di area tersebut.

Fenomena Blue Fire di Kawah Ijen

Setelah saya foto dan melihat langsung blue fire saya lanjut foto-foto di sekitar kawah ijen, melihat belerang yang sangat bagus, Blue Fire yang hanya ada satu di Dunia sangat cantik dan Indah hanya bisa dilihat pukul 02.00-04.00

Di sekitar Danau saya cukup lama bersantai-santai, sambil melaksanakan Sholat Subuh, sebelum melanjutkan perjalanan ke atas kembali. Menyaksikan penambang belerang ada juga yang menjual cendramata dari Belerang.

Belerang di Kawah Ijen

Keindahan pemandangan di Kawah Ijen

Penambang Belerang

Menyaksikan langsung penambang belerang, salah satu pekerjaan berbahaya yang beresiko tinggi. Melihat langsung betapa sangatlah sulit menjadi penambang, merasa bersyukur atas betapa diberi kemudahan hidup dibandingkan dengan para pria yang ada didasar kawah gunung Ijen. 

Sumber : Radar Jember

Melihat Pemandangan di sekitar kawah Ijen

Tidak hanya menyaksikan fenomena Blue Fire tetapi saya juga bisa menikmati keindahan pemandangan pagi yang ada di Kawah Ijen, dari atas kawah ijen kita bisa melihat beberapa Gunung, seperti Gunung Ranti, Gunung Raung ataupun Merapi.

Sekitar 30 menit – 1 Jam saya ada di atas Gunung Ijen saya melanjutkan perjalanan pulang ke Pos Pultuding kembali, perjalanan pulang memakan waktu sekitar 1jam – 2 jam karna saya tracking. 

Sebenernya bisa juga kalo saya mau naik taksi gerobak ijen, tetepi saya lebih menikmati untuk jalan saja, karna merasa lebih happy saja, kaya ketemu orang baru sambil ngobrol ataupun menikmati pemandangan.

Pemandangan kawah ijen

Menyaksikan Sunrise

Menyaksikan Sunsire saat naik Gunung adalah hal yang sangat saya sukai, melihat matahari berlahan-lahan naik rasanya sangat kagum dan indah sekali.

 

Tapi Sunrise di kawah ijen sangat cepat sekali. Langit yang mulai cerah, dihiasi dengan gradasi warna yang menakjubkan, menjadi prelude dari momen yang ditunggu-tunggu. 

Saya sangat bersyukur waktu pendakian bisa melihat Blue Fire, melihat Sunrise, bintang-bintang saat perjalanan di malam hari serta kondisi alam saat itu sangat baik.

SHARE THIS POST

You May Also Like

  • All Posts
  • Bali

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *